Para Pekerja Sita Alat Berat Milik PT Bima Agregat Mandiri Karna 3 Bulan Gaji Belum Di Bayar dan Akan Lapor Ke APH , Bayar Bro..

Uncategorized41 Dilihat

Bin Mews – Kabupaten Bima , salah seorang pekerja M.yamin menjelaskan, penyitaan alat berat tersebut lantaran gaji para pekerjaan belum dibayar oleh pihak perusahaan selama tiga bulan.

“Sementara waktu kami sita alat berat itu untuk kita jadikan jaminan karena gaji pekerja sebanyak 7 orang belum dibayar. Sudah tiga bulan gaji kami belum dibayar pihak perusahaan,” jelasnya Senin (8/4/2024).

Pria biasa disapa Wiro ini menjelaskan, dari hasil kesepakatan dengan pihak perusahaan yang memenangkan tender pekerjaan jembatan Miliar tersebut, pekerja digaji sebesar 2 juta perbulan. Bahkan kata dia, penyewaan alat untuk penjaga malam di lokasi pekerjaan belum dilunasi oleh pihak perusahaan.

“Gaji Agil masih sisa Rp.4.000.0000, Angga tersisa 4.000.000, gaji pak Irawan masih sisa belasan juta, saya sendiri masih sisa Rp. 3.500.000. Selain itu, sewa alat milik Bahar sebesar Rp.4.000.000, alat berat Sori sebesar Rp.3.000.000, dan sewa alat wahid sebesar Rp.2.000.000, sampai sekarang belum dibayar perusahaan,” Ungkapnya.

Ia memaparkan, selain gaji pekerja, pihak perusahaan juga belum membayar hutan solar disalah satu toko di desa yang tidak jauh dengan lokasi pekerjaan Jembatan tersebut.

“Solar lima cirgen dan Air aki di toko Anas masih hutan, totalnya Rp.850.000, dan uang pijaman 1 juta sudah sembilan bulan belum dikembalikan. Rencana kita akan kita laporkan aparat penegak Hukum dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Catatan, pekerjaan Jembatan Korea Kenu/sanggar pada ruas jalan piong- Sp-kore (Dak penuhasan perhatikan penguatan KSpP) dengan
Nilai Kontrak: 3.765.341.000 danNomor Kontrak: 630/361/KTR/DAK/PK HBT KORE KENU-SANGGAR/2023, dikerjakan oleh PT Bima Aregat Mandiri. (RED)

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0