PEKERJAAN SALURAN AIR DESA KORE TIDAK ADA AZAS MANFAATNYA.

Uncategorized425 Dilihat

Bin News. PUPR Kabupaten Bima mengadakan survei lokasi untuk DAM Irigasi dilokasi kompon desa Kore Kecamatan Sanggar yang dirangkaikan dengan survei lokasi untuk pekerjaan saluran air dilokasi Sakru 26-28 /07/23.

Realisasi survei berlangsung sesuai dengan persediaan anggaran proyek senilai RP 3.569.119.000.

Tidak mengurangi semangat kerja team survei selama merealisasikan aktivitas walaupun medan yang dilalui penuh lumpur dan rumput yang tidak beraturan posisinya.

Team survei yang diketuai oleh Edy, ST sebagai kepala bidan (kabid) pengairan itu didampingi serta jajaranya.

Pemdes Kore dan diikuti oleh Kades Kore Muhammad Tayeb didampingi oleh staf desa Kore sedangkan yang perwakilan masyarakat antara lain Tayeb alias Paci warga desa Kore, Faesal tokoh petani desa Boro dan masih ada lagi yang lain.

Keberadaan mereka pada saat itu tak ubahnya dua keping mata uang logam. Sekalipun belahan yang satu berbeda dengan belahan yang lain namun tetap saling memperkuat keberadaan.

Advertisements

Selama survei itu berlangsung tidak ada hambatan dan halangan dihadapi.

Dan beberapa warga desa Boro, bernama Abidin bersama Halimah istrinya dan Hamid warga desa Kore yang sedang menjaga padi disawahnya dari serangan burung merasa senang sekali melihat pihak PUPR Kabupaten Bima yang sedang survei lokasi bersama Pemdes Kore dan tokoh masyarakat.

Mereka merasa senang karena Dam irigasi dan saluran air yang selama ini tidak ada azas manfaatnya merupakan pintu masuk banjir yang merusak padi disawah selama beberapa tahun.Akan tetapi setelah Dam Irigasi dan saluran air sudah diperbaiki tentu saja besar kemungkinan banjir tidak bisa lagi merusak padi diareal persawahan Sakru dan sekitarnya.

Namun kenyataanya saluran air yang disurvei dilokasi Sakru belum juga terlihat dikerjakan. Demikian hasil pantauan awak media mulai tanggal 26 Juni 2023 sampai berita ini diturunkan.

Advertisements

Berkaitan dengan lokasi saluran air di Sakru yang sudah disurvei oleh pihak terkait tetapi belum diperbaiki saluran air tersebut seperti membuat talud dibagian kiri dan kananya maka Nas pengawas PUPR Kabupaten Bima yang dikonfirmasi awak media melalui Hape, 8 Agustus 2023 memberikan tanggapan.

Dia mengatakan saluran air dilokasi Sakru tetap dikerjakan.Hanya saja waktu pelaksanaanya disesuaikan dengan sikon padi yang ada diareal sawah tersebut.

Apabila areal sawah yang sedang ditumbuhi padi sudah panen maka pekerjaan saluran air dilokasi tersebut akan dikerjakan.

Untuk saat ini belum bisa beraktivitas dilokasi tersebut karena padi sedang tumbuh subur.

Lokasi yang ada kendala untuk mengerjakan saluran air itu hanya dibagian atas tepatnya dilokasi lahan milik Heyo karena pemiliknya keberatan memberikan lahan tersebut untuk kebutuhan pembuatan saluran Oleh karena itu maka pihak pelaksana mengerjakan lahan disebelah timur.

Jaelani bagian pelaksana yang dikonfirmasi awak media,16 Agustus 2023 dilokasi proyek terkait saluran yang dikerjakan dengan membuat talud dibagian kiri dan kanan mengatakan panjang saluran air yang dibuat talud 500 meter Yang sudah dikerjakan 350 meter dan yang belum dikerjakan 150 meter.

Sedangkan komentar Heyo pekan lalu terkait lahan miliknya keberatan dipakai untuk membuat saluran air begini, lahan diluar pagar diperbolehkan dipakai tetapi lahan didalam pagar keberatan bisa dipakai untuk membuat saluran air.Alasan saya adalah apabila areal lahan sawah saya sudah digali untuk saluran air dan air mengalir rutin setiap hari maka belum sampai setahun lokasi saluran air penuh lumpur.Disaat seperti itu sikon saluran air sudah dangkal sehingga air yang mengalir disaluran itu akan tumpah dibagian atas kemudian masuk kedalam areal persawahan sehingga berdampak pada padi yang ditanam menjadi hancur berantakan.

Tentu saja yang rugi bukan pemda Kabupaten Bima, Pemerintah Kecamatan Sanggar dan Pemerintah desa Kore tetapi pemilik lahan. Apalagi petugas irigasi diwilayah Kecamatan Sanggar masih pasip memantau dan menguras lumpur yang ada didalam saluran air.

Catatan spesial awak media, pekerjaan Dam Irigasi dan saluran air sedang dikerjakan. Masyarakat setempat merasa bersyukur dengan membangun Dam Irigasi dilokasi Kompon.

Realisasi pekerjaan seirama dengan tuntutan warga karena lokasinya lebar dan badanya tinggi sehingga bisa menanggulangi banjir yang datang.

Akan tetapi yang ada kendala bukan pekerjaan Dam Irigasi tetapi pekerjaan saluran air.Kendalanya dibagian timur itu begini, lokasi saluran air yang sudah dibuatkan talud dibagian kiri dan kanan maupun yang belum dibuatkan talud itu terlihat tidak bisa disambung lagi karena areal lahan yang ada ditumbuhi padi.

Tentu saja warga keberatan memberikan lahan miliknya untuk membuat saluran air karena merasa rugi terkait lahanya akan berkurang. Dampaknya air tidak bisa mengalir lagi keareal sawah selanjutnya.

Demikian pula halnya dengan lokasi dibagian tengah tidak mungkin air bisa mengalir lancar mulai dari bagian atas sampai ke areal sawah bagian bawah seperti lokasi Sakru karena lahan dibagian atas keberatatan diberikan oleh Heyo pemilik lahan untuk membuat saluran air.

Hal itu bisa terjadi karena sosialisasi tidak maksimal dilakukan. Solusi yang ditawarkan adalah hendaknya CV.NK Utama sebagai pihak pelaksana duduk bersama lagi dengan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat,tokoh pemuda dan semua pemilik lahan yang bersentuhan dengan pekerjaan membuat saluran air.

Tentu saja didalam musyawarah itu jangan semata – mata membicarakan bahwa membuat saluran itu untuk kepentingan umum tetapi perlu juga memberikan pencerahan kepada warga tentang ganti rugi lahan yang hendak dipakai untuk membuat saluran air tersebut.

Apabila saluran air yang dibuat dibagian timur lokasi kompon hanya sampai batas yang sudah dikerjakan itu saja dan lahan dibagian tengah milik Heyo tetap keberatan dipakai untuk membuat saluran air maka patut diduga, harapan publik seperti pekerjaan saluran air itu ada azas manfaatnya hanya sebatas harapan saja tetapi belum bisa terwujud.

Oleh karena itu bisa diduga ada tambahan lagi proyek yang masuk di Sanggar yang tidak ada azas manfaatnya.

Sebut saja proyek yang dulu yaitu pertama, pabrik es balok didesa Sandue. Kedua, gedung Cold Storage didesa Sandue.Ketiga, embun Kore didess Kore.

Empat Saluran Pembuangam Air Minum ( Spam) didesa Taloko.

Kelima, kantor pelelangan ikan didesa Boro.

Yang untung hanya pihak kontraktor dan dinas terkait sedangkan masyarakat hanya gigit jari.

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0