Kronologi Bripda Ignatius yang Tewas Tertembak di Rusun Polri Versi Densus 88

Uncategorized422 Dilihat

Bin news – Jakarta , Kronologi Bripda Ignatius yang Tewas Tertembak di Rusun Polri Versi Densus 88, Ternyata oh Ternyata

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap kronologi kematian Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage di Rusun Polri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Aswin Siregar mengatakan kejadian bermula saat pelaku Bripda IMS mengajak Bripda A berkunjung ke Rusun Polri Cikeas, Bogor, pada Sabtu (22/7) pukul 22.35 WIB.

Saat itu Bripda IMS tengah meminum minuman beralkohol di Rusun Polri Cikeas.

Selanjutnya sekira pukul 01.38 WIB, Bripda IMS berkumpul di salah satu kamar bersama korban dan dua saksi lainnya yakni Bripda A dan Bripda Y.

“Dari fakta-fakta yang telah diperoleh penyidik, IMS memang mengkonsumsi alkohol sebelum atau pada saat terjadinya peristiwa itu. Ini didasarkan hasil penyidikan,” kata Aswin kepada wartawan, Jumat (28/7).

Advertisements

Kemudian sekitar pukul 01.42 WIB, kata Aswin, Bripda IMS hendak mengeluarkan senjata api milik Bripka IG dari dalam tas untuk diperlihatkan kepada Bripda Ignatius.

Tiba-tiba senjata itu meletus dan mengenai bagian leher Bripda Ignatius. Bripka IG sebagai pemilik tidak berada di tempat waktu kejadian,” ujarnya.

Aswin sekaligus meralat pernyataannya yang sebelumnya menyebut senjata tersebut milik Bripda IMS.

Advertisements

Aswin menjelaskan setelah insiden tersebut Bripda Ignatius langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Akan tetapi korban tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada saat tiba di rumah sakit.

“Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati oleh saksi dan penghuni flat Cikeas yang lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aswin mengatakan saat ini penyidik masih terus bekerja secara intensif guna mengungkap insiden yang menewaskan Bripda Ignatius. Sejumlah saksi termasuk rekaman CCTV juga tengah diperiksa.

“Penyidik sedang bekerja intensif terkait detail peristiwa ini sesuai fakta dari saksi-saksi pengolahan TKP secara scientific dan keterangan-keterangan lain yang terkait,” ujarnya.

Bripda Ignatius tewas tertembak di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor Jawa Barat, pada Minggu (23/7) sekitar pukul 01.40 WIB. Bripda IMS dan Bripka IG pun telah ditangkap dan dilakukan penahanannya.

Aswin membantah sempat ada pertengkaran sebelum Ignatius tertembak.

Advertisements

Ia memastikan Bripda Ignatius tewas tertembak akibat kelalaian yang dilakukan rekan seniornya yakni Bripda IMS dan Bripka IG saat hendak mengeluarkan senjata api dari dalam tas.

Di sisi lain, pihak keluarga Ignatius pertama kali mendapat informasi bahwa anaknya meninggal dunia karena sakit keras.

Pihak keluarga baru mengetahui anaknya meninggal karena tertembak setelah di Jakarta.

“Ditelpon oleh Mabes, pihak Mabes (mengatakan) bahwa anaknya itu sakit keras,” kata Kuasa hukum keluarga Ignatius, Jelani Christo saat dihubungi, Kamis (27/7).

“Dan pada waktu diautopsi beliau lihat sendiri memang tidak ada luka lebam, tetapi ada bekas seperti tembakan terjadi lehernya,” lanjutnya.

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0