Kepala Basarnas Diduga Menerima Suap Sebesar Rp88,3 Miliar Dalam Waktu Dua Tahun.

Uncategorized420 Dilihat

BInnews – Jakarta .,, kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya (Marsdya) Henri Alfiandi menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti tidak mengikuti prosedur dalam memproses hukum dirinya.

Meski demikian, jenderal TNI AU bintang tiga mengaku akan menghadapi proses hukum tersebut.

“Diterima saja, hanya, kok, enggak lewat prosedur, ya. Kan, saya militer,” kata Henri saat dikonfirmasi, Kamis (27/7).

Henri menyampaikan dirinya merupakan perwira tinggi TNI sekaligus pimpinan sebuah lembaga negara.

Henri menyatakan akan mempertanggung jawabkan kebijakan apa yang ia putuskan dengan sejelas-jelasnya.

“Makanya catatan penggunaan dana saya rapih. Itu bentuk dari transparasi saya,” kata dia.

Advertisements

Henri juga memastikan akan mengikuti proses hukum yang ada. “Saya sedang di Puspom saat ini dan melapor pimpinan TNI saat ini,” tegas dia.

Seperti diketahui, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) 2021-2023 Marsekal Madya Henri Alfiandi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Henri diduga menerima suap sebesar Rp88,3 miliar dalam waktu dua tahun.

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0