PROBLEMATIKA PELAJAR DAN NARKOBA

Uncategorized427 Dilihat

Zulfat Agustin Siswa SMK Negeri 3 Kota Bima

Bin News Saat ini narkoba benar-benar menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dalam menanggulangi peredaran narkoba di Indonesia. Upaya yang dilakukan tersebut dapat dilihat dengan dibuatnya sebuah lembaga yang khusus dan intensif mencegah, memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, precursor dan bahan aditif lainnya, yaitu Badan Narkotika Nasional (BNN).

Lembaga ini sudah hampir merata di daerah-daerah seluruh Indonesia yang mengemban misi untuk mengurangi penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat Indonesia bahkan di Bima NTB sudah ada BNN ini. Keberadaan lembaga ini tidak begitu menunjukkan hasil yang memuaskan. Dalam pengertian kehadiran lembaga ini masih belum maksimal dalam mengurangi kasus narkoba yang semakin hari semakin merajalela.

Hampir semua kalangan masyarakat terjerat kasus narkoba, mulai masyarakat kecil, pejabat, kalangan legislative, aparat hukum, artis dan yang sangat memilukan adalah terjangkitnya virus narkoba dikalangan pelajar. Di Bima NTB sendiri pemberitaan media tentang kasus penangkapan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika hampir terjadi setiap hari.

Para pelajar saat rupanya menjadi “pasar” gemuk dan potensial bagi para bandar dan pengedar narkoba di Indonesia. Menurut Badan Narkotika Nasional RI, sekitar satu juta orang dari kalangan pelajar dan mahasiswa se-Indonesia merupakan pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang secara ilegal. Kondisi ini sudah cukup memprihatinkan sehingga butuh upaya cepat dan dini untuk mengatasi persoalan penyalahgunaan narkoba.

Tentu persoalan narkoba yang menjangkitikalangan pelajar saat ini tidak dapat dibiarkan karena menyangkut keberlanjutan generasi muda yang menjadi harapan bangsa ke depan. Bagaimana mungkin kita membiarkan generasi penerus bangsa sudah terlenakan oleh virus yang dapat merusak pikiran dan menghancurkan masa depan generasi muda kita. Tentu harus ada upaya – upaya cerdas yang menjadi stretegi kita semua dalam menghapus dan mengurangi virus dan keberadaan narkoba di Indonesia. Untuk mencari jalan keluar yang dapat dijadikan alat atau media bagi kita dalam menghadapi narkoba maka diperlukan pemahaman dan identifikasi awal kita terhadap faktor-faktor yang melatar belakangi pelajar terjerembab dalam lingkaran setan narkoba.

Pada awalnya pelajar yang mengkonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan. Selain faktor kebiasaan merokok ini, faktor yang menyebabkan pelajar menggunakan narkoba adalah longgarnya pengawasan orang tua terhadap kehidupan pribadi sehari-hari anak, lingkungan social yang kurang sehat, pendidikan agama yang minim, serta kehidupan rumah tangga orang tua yang broken menjadi pemicu anak terjerumus dalam lingkaran narkoba karena kondisi psikis yang labil, stress, depresi serta kehilangan arah tujuan hidup.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.  Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.

Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.

Keberadaan orang tua,  guru di sekolah selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua kedua di sekolah, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.

Data menunjukkan bahwa para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja dapat berupa perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, sering menguap, mengantuk, dan malas, tidak memedulikan kesehatan diri, serta suka mencuri untuk membeli narkoba.

Narkoba seharusnya menjadi musuh bersama (common enemy) seluruh masyarakat Indonesia mengingat dampaknya yang sangat membahayakan bagi keberadaan dan keberlanjutan kehidupan generasi penerus bangsa ke depan. Pembinaan-pembinaan yang mengarah pada terciptanya pelajar yang memiliki akhlak sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai agama harus sering dan senantiasa di berikan di rumah, lingkungan dan juga di sekolah. Upaya pembinaan yang bersendikan nilai agama ini di harapkan dapat membentengi pelajar terhadap upaya-upaya pihak yang tidak bertanggung jawab menyelundupkan narkoba di kalangan pelajar atau generasi muda kita. Di sisi lain, control dan pengawasan orang tua harus selalu dilakukan dalam melihat perilaku, perubahan sikap dan pergaulan anak-anaknya sehingga keberadaan orang tua dalam konteks ini akan menjadi sangat penting. Semoga keberadaan artikel ini menggugah kepedulian kita semua akan besarnya bahaya narkoba bagi generasi muda kita. Ayo kita perang melawan narkoba demi kehidupan yang lebih baiik….amin.

    **Siswa SMK Negeri 3 Kota Bima**

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0