Masyarakat Kole Blokade Jalan Diduga Kades Tidak memiliki Ijazah

Ratusan  Warga desa kole kecamatan ambalawi melakukan blokade jalan dengan menggunakan batu, kayu dan mebakar ban.

 

Padahal, jalan tersebut merupakan akses jala satu- satunya menghubungkan kecamtan wera ambalawi dan kota bima.

 

Koordinator lapangan (Korlap) Gufratun Ihwanul muslimin, S.Pd yang akrab disapa bung Iwan menyampai pihaknya menuntut polres bima kota untuk menuntaskan penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu oleh kades setempat.

 

“Padahal kasus ini sudah lama kami laporkan, tapi takunjung diproses. Kami meminta kasus ini segarah dilimpahkan ke kejaksaan, ” Kata Iwan denga nada tegasnya.

 

Lebih lanjut iwan, Kami menilai adanyan kejanggalan ijaza kades kole terpilih, berinisial AS.

 

Pertama, ijazah SD tertulis tahun 1983 dan ijazah SMP tahun 1985.

 

Selain itu Sekertaris Kordinator lapangan (Korlap) Adhar, SH dalam orasinya menyampaikan bahwa dalam rentang waktu ijazah tersebut terlalu jauh karena pada saat itu tidak ada kelas ekselarasi dan tidak ada masa pendidikan SMP yang hanya dua tahun.

 

Kemudian surat- surat yang dikeluarkan oleh lembaga Min Tolobali sudah dicabut semua dan cacat secara administrasi karena bahan diajukan saat calonkan diri telah ditarik oleh pihak pemberi Suket.

Surat pencabutan dari pemberi Suket

 

Surat pencabutan dari sekolah

Selain itu, saksi-saksi angkatan dan kepala sekolah pada saat itu, tidak pernah melihat atas nama terlapor waktu sekolah di Min Tolobali.

 

” Bahkan Penganguan dari masyarakat desa kole yang satu leting di SDN Impres 1 Rite di Ambalawi yang berinisial HJ dan teman-temannya menyatakan bahwa terlapor tidak lulus masa dia sekolah tahun 1982 ujarnya.

 

Selain itu juga ada bukti-bukti lain, Vidio pernyataan orang yang meminjamkan ijazahnya ke terlapor untuk melanjutkan ke jenjang SMP berjumlah 2 orang

 

“Bahkan masih banyak bukti-bukti lain, seperti rekaman- rekaman pengakuan sejumlah pihak saksi-saksi,” tandasnya.

 

Seharusnya, Kata Adhar kasus ini sudah progres dari proses penyelidikan ke penyidikan atau ke kejaksaan.

 

sudah lama kami laporkan ke Polres Bima Kota , tapi ada beberapa kejanggalan yang menurut kami di surat Gelar Perkaranya, pertama Surat pencabutan di batalkan(tidak berlaku) dengan alasan pemberi suket Sudah pensiun. Akan tetapi Suket Tersebut masih di anggap SAH dalam mengikuti CAKADES.

Poin kedua jikapun sekolah tidak mungkin tidak memiliki Arsip di Sekolah atau Depag.

Poin ketiga Jika Alasan berkas hilang dengan alasan banjir tentu semua akan hanyut, akan tetapi sangat ironi hanya berkas terlapor yang di bawa banjir sedangkan berkas angkatan 1983 masih ada dan utuh.” Ungkap sekLap”

 

 

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0