Jejak Hidup Joko Kendil, Pengembara Musafir yang Mengaku Naik Macan Putih, Fakta Sebenarnya Bikin Merinding

Berita, Nasional755 Dilihat

Bin news.,,SEORANG pria berpakaian hitam heboh di media sosial karena mengaku naik macan putih.

Pria itu bernama Joko Kendil sang pengembara musafir.

Selain itu, juga banyak beredar video saat Joko Kendil itu berjalan begitu cepat dan sekelebat tak lagi terlihat.

Dikutip dari akun Instagram @andreli_48, pengembara musafir tersebut bernama Kusnan yang berasal dari RT.4/RW.2 Dusun Ngramut, Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Kusnan telah melakukan perjalanan jauh alias menjadi musafir sejak berusia 19 tahun.

Saat menjalankan aksinya bak Joko Kendil, Kusnan berpakaian serba hitam.

Dia mengenakan celana cingkrang, topi caping, tongkat dan tasbih yang dikalungkan di lehernya. Selain itu, Joko Kendil ini berkelana dengan berjalan tanpa alas kaki dari satu tempat ke tempat lain.

Kepala Dusun Ngramut, Abdul Wakhid mengatakan bahwa Kusnan memang sudah dikenal oleh warga sekitar sebagai pengembara.

Bahkan dia juga jarang pulang, sekalinya pulang hanya sebentar di rumah.

“Dikenalnya dari dulu mengembara. Pulangnya hanya sebentar, kemudian mengembara lagi.” ungkap Wakhid.

Wakhid menjelaskan sebelum nama Joko Kendil diganti menjadi Kusnan, nama kecilnya yakni Sudar.

Nama itu berubah menjadi Kusnan setelah diajak tirakatan oleh Kyai Mashudi, kyai desa setempat.

“Waktu kecil namanya itu Sudar, setelah tirakatan oleh Kyai Mashudi, namanya diganti Kusnan,” tambah Wakhid.

Menurut Kadus, Pria yang akrab disapa Joko Kendil itu memang senang tirakatan sejak kecil.

Selain wirid-wirid tertentu, pria 41 tahun itu juga kerap berpuasa dan ziarah ke makam.

”Suka tirakatan. Baca Al Fatihah misalnya, berapa kali sehari semalam. Kemudian suka berpuasa, dan sering ke makam,” paparnya.

Menurut sepengetahuannya, Kusnan alias Joko Kendil sudah pernah menikah dua kali.

Dari pernikahan pertama, Kusnan sudah memiliki seorang anak yang kini seusia SMA.

“Nikahnya pertama usia sekitar 18 atau 19 begitu. Kemudian pisah, mungkin karena tidak bisa menafkahi atau apa,” cerita dia.

Istri pertama Joko Kendil sekarang tinggal di Kecamatan Grobogan.

Sedangkan istri keduanya adalah seseorang yang sesama pengembara, namun sudah meninggal dan dimakamkan di dusunnya.

“Istri kedua sama-sama pengembara, tapi sudah meninggal,” katanya.

Diketahui musafir yang satu ini tengah melakukan perjalanan menuju Gunung Muria yang berlokasi di daerah Kudus, Jawa Tengah.

Perjalanannya tersebut ingin ia lakoni selama 24 tahun, dan akan berhenti pada tahun 2025 mendatang.

 

 

Penulis AW

Editor Aw

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0