Presiden Joko Widodo Dalam Penyampaian Harga BBM Subsidi , Tak Jadi Naik Atau Naik nya, Yuk Simak Penjelasan nya

Berita, Nasional, Politik837 Dilihat

Bin news.,, ISU persoalan kenaikan harga BBM Subsidi sampai saat ini masih menjadi perbincangan hangat publik.

Diketahui, beberapa waktu belakangan ini, kabar kenaikan harga BBM Subsidi menjadi topik perbincangan publik.

Kabarnya BBM Subsidi jenis Pertalite dan Solar akan mengalami kenaikan harga pada Kamis (1/9/2022).

Namun hal itu belum terealisasi, justru BBM Non Subsidi mengalami penurunan harga khususnya jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Dex.

Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantas buka suara perihal kabar kenaikan harga BBM Subsidi.

Presiden Jokowi mengungkapkan jika pemerintah sampai saat ini belum memutuskan kapan menaikan harga BBM Subsidi.

Kendati demikian, pemerintah kini secara bertahap sudah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat, menyusul kabar kenaikan harga BBM Subsidi nanti.

Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah masih menghitung untuk memutuskan penanganan BBM bersubsidi yang terimbas oleh fluktuasi harga minyak mentah dunia.

“BBM semuanya masih pada proses dihitung dikalkulasi,” kata Presiden

Kepala negara mengatakan pemerintah melakukan penghitungan atau kalkulasi terhadap penanganan BBM bersubsidi tersebut dengan hati-hati.

“Masih dalam proses dihitung dengan penuh kehati-hatian ya,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah menyiapkan sejumlah bantalan sosial untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang akan terkena imbas dari rencana kenaikan BBM bersubsidi.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat intern mengenai pengalihan subsidi BBM di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, (29/8/2022).

“Jadi dalam hal ini masyarakat yang akan mendapatkan bantuan sosial dalam hal ini di dalam rangka untuk meningkatkan daya beli mereka, terutama karena dalam beberapa waktu terakhir memang tendensi dari kenaikan harga yang berasal dari pengaruh global, memang perlu untuk direspon,” kata Sri Mulyani.

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar 24,17 triliun rupiah untuk bantalan sosial tersebut yang menyasar 20,65 juta penduduk atau penerima manfaat.

Bantalan sosial tersebut terdiri dari bantuan langsung tunai (BLT) dengan anggaran sebesar 12,4 triliun rupiah.

BLT diberikan sebesar Rp150 ribu sebanyak 4 kali yang akan dibayarkan per dua kali.

“Jadi dalam hal ini ibu Mensos akan membayarkannya 2 kali yaitu 300 ribu pertama dan 300 ribu kedua,” kata Menkeu.

BLT tersebut akan disalurkan melalui kantor pos seluruh Indonesia kepada 20,65 juta keluarga penerima.

Selain BLT pemerintah juga menyiapkan subsidi upah bagi 16 juta pekerja yang memiliki gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan, dengan total anggaran sebesar Rp9,6 triliun.

Bantalan sosial yang ketiga yakni subsidi transportasi melalui Pemerintah Daerah sebesar 2 persen dari dana transfer umum yaitu dana alokasi khusus (DAK) dan dan bagi hasil (DBH) sebesar Rp2,17 triliun.

Bantalan diberikan dalam bentuk subsidi transportasi untuk angkutan umum sampai dengan ojek dan nelayan, serta untuk perlindungan sosial tambahan.

Bantuan-bantuan tersebut direncanakan akan mulai dieksekusi pada pekan ini.

Pemerintah berharap BLT yang diberikan bisa mengurangi tekanan kenaikan harga kepada masyarakat dan bahkan mengurangi kemiskinan.

“Sehingga kita bisa memberikan dukungan kepada masyarakat yang memang dalam hari-hari ini dihadapkan pada tekanan terhadap kenaikan harga,” pungkasnya.

 

 

Penulis Budi S

Editor AW

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0