ASAL USUL RAJA-RAJA BIMA MENURUT KITAB BO ISTANA BIMA

Uncategorized445 Dilihat

Bin news,… inilah ASAL USUL RAJA-RAJA BIMA MENURUT BO ISTANA BIMA.

Telah di rilis bertahan tahun hingga terjaga adalah usul leluhur Bima.

Salah satu bagian Bo Istana Bima menjelaskan tentang asal usul Sang Bima, pendiri Kerajaan Bima dan sekaligus menjadi cerita asal usul raja raja di Kerajaan Bima.

Isi dari kitab BO ini lah selalu disalin sejak dahulu kala dan dicertakan dari generasi ke generasi para sangaji bima.

Dikisahkan bahwa asal usul raja raja Bima adalah hasil perkawinan Sang Bima dengan puteri nya sendiri yang bernama Indra Tasi Naga.

Puterinya ini lahir dari hubungan Sang Bima dengan seorang puteri Raja Naga, Perkawinan Sang Bima dengan puterinya itu melahirkan dua orang anak yakni Indra Zamrut dan Indra Kumala.

Cerita asal usul raja raja Bima ini telah di alih aksara kan dan di terbitkan oleh Henry Cambert Loir dengan dikasih judul KERAJAAN BIMA DALAM SASTRA DAN SEJARAH.

Kisah lengkap nya adalah berikut ini:

Alkisah maka tersebutlah perkataan cerita perbuatan sang Bima, Maka perginya melihat termasa timur, pada saat itu bertemulah dengan anak RAJA NAGA di pulau Satonda namanya, lalu Mereka saling memandang dengan keduan matanya, berawal dari saling memandang menjadi hamillah dan mengandung anak.

apabila sampai dari pada bulannya, lalu melahirkan seorang perempuan bernama tuan putri Indra Tasi Naga.

Sang Bima Telah pergi Ke Bagian Timur, jika Suatu saat nanti apabila datang sang raja sang Bima dari timur, maka tuan putri Indra Tasi Naga anaknya itu di jadikan Istri oleh sang bima, dan mempunyai putra dua anak laki-laki, yang bernama maharaja Indra Kemala dan anak kedua bernama maharaja Indra Zamrut. (Henry Cambert Loir, Kerajaan Bima Dalam Sastra dan Sejarah, hal. 104).

Selanjutnya dikisahkan bahwa kedua putera Sang Bima itu dilarung ke laut kemudian sampai di teluk cempi Negeri Dompu.

Kedua putera Sang Bima di sambut oleh penduduk dompu dengan hormat tapi keduanya tidak suka tinggal di Negeri Dompu. Keduanya lebih suka tinggal di Negeri Bima karena itulah pesan dari ayah mereka bernama Sang Bima.

Lanjutan dari kisah tersebut adalah: “Maka dipermasukkannya anakanda kedua dalam buluh bujung dan ditutupkannya dengan permata mutiara, maka dibuangkan ke dalam laut, dihanyutkan air dan ombak, lalu keluarlah di negeri Dompu.

Maka terpandang oleh Pata Kula ke dalam lautan umpama pulau yang terbakar menyala-nyala cahayanya. Maka Pata Kula dengan segala orang Dompu lalu pergi mengelu-elukan dan menyambutkan paduka kedua raja itu, tiada boleh sekali-kali ditentang nyata, cahayanya seperti bulan dan matahari, maka barang siapa memandang padanya, niscaya bihuslah seperti orang mati.

Maka dipeliharakan oleh orang Dompu dengan sepertinya serta kesukaan dan kerelaan yang tiada diumpamakan.

berhimpunlah sekalian orang orang Dompu dengan segala permainan dan bunyi-bunyiannya yang terlalu azmat ramainya.

Maka dalam demikian itu dalam pikirannya tiada suka rela hatinya duduk di dalam negeri itu sebab tiada biasanya.

Arkian lalu berpindah raja kedua itu dengan anak Ncuhi Pata Kula, berjalan keluar dari negeri Dompu, akan menuju jalan ke Bima karena negeri itulah disuruh ketinggalan oleh paduka ayahanda Sang Bima” (Henri Chambert Loir, ibid: hal. 104).

Selanjutnya Indra Zamrut dan Indra Kumala diantarkan ke Negeri Bima. Indra Zamrut tinggal bersama Ncuhi Parewa sedangkan Indra Kumala tinggal bersama Ncuhi Doro Woni. Indra Zamrut kemudian dinobatkan menjadi raja Bima menggantikan maha raja Sang Bima.

#sejarah bima

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0