Baru Seminggu di Lantik, Kades Kole Menghadiri Panggilan Sat Reskrim Polres Bima Kota Atas Dugaan Ijazah Palsu

Asdin (kades Kole) kini hadir di Sat Reskrim Polres Bima Kota Atas Laporan Dugaan Penggunaan ijazah Palsu mengalami perkembangan.

Kades Kole Ini menghadiri panggila Sat Reskrim Polres Bima kota,Setelah mengambil keterangan saksi-saksi dan pengumpulan bukti, kali ini giliran Asdin yang diperiksa.

Liputan wartawan menyebutkan, Penyidik Polres setempat melakukan pemeriksaan terhadap Asdin pada Senin (08/08/2022). Kades tersebut diperiksa sejak pagi hari hingga Sore.

Kehadiran Kades memenuhi panggilan Polisi ditemani Istri tercintanya Hingga sore pukul 16:15 wita, Kades Kole terpilih masih menjalani pemeriksaan di ruangan sat reskrim polres setempat.

Sebelumnya, Calon Kepala Desa Kole tidak terpilih, Gufratun Ihwanul Muslimin, S.Pd Ridwan, SH. dan Nasaruddin melaporkan Kades Terpilih, Asdin, SE ke Polres Bima Kota. Mereka menduga, Asdin menggunakan Ijazah Asli tapi Palsu (Aspal).

Gufratun diruang SPKT Polres Bima Kota, Rabu, 20/7/2022 mengaku ada dugaan pemalsuan dokumen Ijazah oleh Kades Terpilih, Asdin. Hal itu diperkuat dengan beberapa bukti yang mencurigakan. Diantaranya, Ijazah SD/sederajat, ia menggunakan Ijazah dari MIN Tolobali dengan Tahun tamat, 1983.

Padahal Menurut keterangan beberapa warga di Desa Kole, Asdin pernah sekolah di salah satu sekolah dasar di Wera Barat (Ambalawi) pernah tidak lulus saat sekolah dasar pada tahun 1983. “Ungkap Gufratun.

“Kecurigaan awal kami dari situ. Karena Padahal tahun 1983, hanya sekali setahun dilakukan ujian oleh negara,” ungkapnya

Lanjut Gufratun, jelas ada dugaan pemalsuan. Tidak masuk akal pada tahun 1983, Asdin yang warga Kole dapat sekolah di MIN Tolobali padahal Masa yang bersamaan dengan Sekolah Dasar di desa Rite pada masa itu.

Diperkuat juga dengan nomor induk siswa 734. Pada saat itu, kami kira jumlah siswa tidak siswa sebanyak itu,” tegasnya

Tidak hanya, Gufratun juga memadukan dengan alumni tahun 1983. Menurutnya, ada beberapa alumni yang ia dapatkan model Ijazah dan pengakuan. Ironi, Asdin tak dikenali oleh teman-teman alumninya. “Mereka siap bersaksi jika diperlukan oleh aparat hukum,” terangnya

Diungkapkan Gufratun, Kejanggalan lainnya, yakni tahun tamat di MTsN Negeri Raba yang tertera di Ijazahnya, yakni, 1985.

“Berarti yang bersangkutan (Asdin) dapat penyelesaikan sekolah tingkatan SLTP itu hanya dua tahun. Ini lebih membingungkan dan tidak masuk akal,” imbuhnya

Senada dengan Gufratun, Ridwan, SH Calon tidak Terpilih mengaku juga alumni MTsN Negeri Raba pada tahun 1987. Ia saat itu tidak pernah melihat dan mengetahui Asdin sekolah di MTsN.
“Jelas saya tahu kalau Pak Asdin sekolah disana. Apalagi kami satu Desa,” ujarnya

Hal aneh juga, Ridwan sorot nomor seri Ijazah tidak sama dengan miliknya.
“Nomor seri Ijazah ada yang janggal dengan kode milik kami,” pungkasnya

Kades Terpilih, Asdin melalui telepon seluler membantah dirinya menggunakan Ijazah palsu. Ia meminta kepada wartawan agar melakukan pengecekan di sekolah yang mengeluarkan ijazahnya.

“Lucu sekali. Itu Ijazah Asli saya. Cek saja disekolah,” ujarnya singkat

Sementara itu, Ka. SPKT Polres Bima Kota, IPDA, I Gusti Lanang Weta Saputra membenarkan adanya pengaduan warga Desa Kole terkait dugaan ijazah bermasalah atas nama Asdin.
“Kami sudah menerima aduan. Beberapa hari kemudian kami akan naikkan ke Penyidik Reskrim Polres Bima Kota,” Jawab pria kelahiran Bali ini singkat

Informasi yang berhasil dihimpun, laporan atas Kades Terpilih mendapatkan dukungan dari 4 Calon tidak Terpilih dan puluhan tokoh masyarakat setempat.

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0