Cakades Kole Terpilih Diduga Menggunakan Ijazah Palsu

BiN News-Cakades Kole melaporkan secara resmi  melaporkan atas dugaan pemalsuan dokumen (izasah). di SPKT Polres Bima Nomor : ADUAN STTLP/K/591/VII/2022/NTB/Res Bima Kota, Rabu (20/07/2022) sekira Pukul 01 Wita siang.

Hal ini membuat tiga cakas melaporkan secara resmi ke SPKT Polres Bima kota bersama tokoh masyarakat.

K SPKT Polres Bima Kota I. GSt. Lanang weda saputra, membenarkan bahwa kaitan kasus itu dilaporkan secara resmi.

Gufran bersama cakdes no urut 5 Ridwan, SH, dan Cakades No Urut 2, Nasrudin, menjelaskan, Kasus ini secara resmi kami melaporkan cakdes Terpilih ke SPKT Polres Bima Kota.  atas dugaan pemalsuan dokumen (izasah).  ini membuat sebagian  masyarakat desa Kole sangat kecewa,” ungkapnya.

Lanjut Gufran beserta  cakdes lainnya bersama masyarakat menilai bahwa pemalsuan dokumen atau ijazah palsu memang ada indikasi yang mencurigakan dari awal pendaftaran. Bahkan masyarakat membeberkan kronologi dari awalnya.

Tamatan MIN Tolobali tahun 1983 sedangkan kelulusan sanawiyah pada tahun 1985 berarti sekolahnya hanya dua tahun saja .hal ini mungkin yang bisa mendalami  oleh pihak penyidik atau dari pihak pengadilan sebagai pihak yang mengadili atas kejanggalan yang di laporkan oleh pihak yang merasa dirugikan termasuk dari semua Cakades yang mengikuti konstelasi politik desa.

Seluruh calon tidak dimasukkan semua nama pelapor sehingga hasil diskusi ditunjuk satu orang saja untuk di cantumkan nama dalam laporan di Polres Bima kota untuk memberikan laporan keadilan seadil-adilnya kaitan dengan keabsahan ijazahnya ini karena di duga kuat pemalsuan ijazah karena memang banyak sekali kendala-kendala yang ada di dalam ijazah,

Dari nomor MX/4 3/C 1.04/19.83. dan berbeda jauh dengan nomor Ijasah seangkatan (leting) di MIN Tolobali Kota Bima.

Bukan hanya itu sebagi data pembanding juga angkatan 83 tidak ada satupun yang mengenal Asdin Sebagai teman kelas ataupun teman angkatanya, bahkan lebih mengagetkan lagi di sanawiyah masuk 83 dan tamat 85 dan lagi-lagi tidak ada teman angkatanya yang mengenalinya.

Cakdes terpilih Asdin saat di konfirmasi oleh mendia Berdasarkan informasi yang kami dapat melalui komunikasi telepon seluler , membantah penggunaan Ijazah Palsu dan menyuruh untuk mengecek ke sekolahnya.

Sejak Awal Cakades yang mendaftarkan diri sebayak 8 orang,7 di antaranya mengajukan surat ke panitia penyelenggara untuk menyeleksi berkas secara terbuka, karena dari awal ada terindikasi ada kejanggalan berkaitan dengan Ijazah akan tetapi di tolak oleh ketua panitia dengan alasan tidak ada dalam Taktib penyelenggaraan Pilkades padahal 7 di antaranya sudah mengajukan surat seleksi terbuka.”Ungkap Cakades”

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0