Akibat kisruh pada saat perhitungan suara desa Rite 1 orang jadi korban hingga saat ini masih kritis.

Berita, Nasional, Politik974 Dilihat

BiN News-Pada hari rabu tgl 6 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memutuskan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 57 desa dari 191 Desa di kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat.

 

Dari tahapan penyelenggaraan hampir semua proses pemilihan berjalan dengan aman dan tertib, tidak terlepas dari keterlibatan aktif para satuan keamanan dari pihak kepolisan,satuan TNI  hinngga satuan polisi pamong praja (Pol PP) setempat. sampai pada perhitungan terkadang sedikit berbeda di karenakan jumlah DPT atau kendala lain Sehingga proses pelaksanaannya sampai 2 hari untuk menentukan dan menetapkan kemenangan kepala desa.

 

Hingga saat ini ada juga desa yang belum selesai dikarenakan masalah teknis dan perbedaan pendapat yang terlalu mengkonsumsi isu yang belum tentu pasti kebenarannya. Sehingga kericuhan pun terjadi dan meluapkan kekecewaannya dengan merusak fasilitas yang ada hingga memakan korban.

 

Detik-detik Penghitungan Suara, di dua dusun rasa bou dan dusun kamporade yang merupakan basis penentu, Motif kericuhan tersebut, patut diduga dikarenakan oleh panitia Pilkades itu sendiri seperti dilansir dari teriakan masyarakat harus diperjelas soal, sering kali terjadi penginstirahatan dan memperjelas terkait jumlah DPT dan jumlah kertas pemberian Hak Suara, Dari akumulasi DPT 2.600 di Desa Rite

 

Desa Rite  menjadi sorotan pada tanggal 7 Juli 2022 melakukan perhitungan suara setelah sehari melakukan pemilihan, Proses pelakaperhitungan menuai masalah sehingga salah satu warga desa Rite yang menjadi korban hingga saat ini masih kritis.

 

Dari kejadia Tersebut Nanang Suhendra yang merupakan anak kandung dari korban yang menyaksikan langsung kejadian yang menimpah bapaknya tersebut di tengah Kerumunan warga, Panitia dan APH.

 

Mudah-mudahan bapak kami  tidak terjadi apa-apa dan doakan semoga cepat sembuh. Masalah ini kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum seadil-adilnya,Dan menghimbau agar masyarakat tidak bertindak sendiri-sendiri “Ungkap Nanang Suhendra”

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0