Nasdem Telah Menetapkan 3 Capres 2024 : Anies Baswedan, Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo

Berita, Nasional, Politik401 Dilihat

Bin News.,, Nasdem telah menetapkan 3 Capres 2024 : Anies Baswedan, Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo.

Kami telah mengkonfirmasih, penasehat dari partai Nasdem, dalam hal Rapat Rakernas kemarin pemilihan pilpes 2024 akan datang.

Ini strategi lama bagi Nasdem, yg selalu paling dahulu mengumumkan Capres sejak Pilpres 2014, dgn Capres bukan dari internal partai.

Pada Pilpres 2014, Nasdem sudah menetapkan Jokowi sbg Capres Nasdem di bulan April, padahal Pilpres 2014 dilaksanakan bulan Juli, bahkan PDIP sendiri belum memilih Jokowi saat itu.

Malah untuk Pilpres 2019, Nasdem sudah menetapkan Jokowi (lagi) sbg Capres Nasdem di tahun 2017, padahal Pilpres masih 2 tahun lagi waktu itu.

Strategi politik Nasdem ini, walaupun tidak mencalonkan Capres dari internal partai, adalah untuk mendapatkan ‘ _Coat_ _Tail_ _Effect_ ‘ (Efek Ekor Jas), yaitu naiknya perolehan ceruk suara Partai Nasdem karena mendukung Capres yg potensial bakal terpilih.

Ini terbukti sukses di Pilpres dan Pileg 2014 dan 2019, dimana karena mendukung Jokowi (walau dari PDIP), Partai Nasdem memperoleh ‘ _blessing_ _in_ _disguise_ ‘/hikmah terselubung, dgn naiknya perolehan suara Partai Nasdem……

Strategi ini juga yg coba diterapkan Surya Paloh pada Pilpres 2024, dgn paling dulu mengumumkan Capres, dgn harapan akan mengulang sukses di Pilpres 2014 & 2019.

Apakah strategi ini akan berhasil ?
Kondisi Pilpres 2024 memang berbeda dgn Pilpres 2014 dan 2019, hal ini karena sekarang tidak adanya calon yg sangat menonjol seperti Jokowi (dgn elektabilitas yg sangat tinggi). Sekarang, tingkat elektabilitas 3 calon yg tertinggi (PS, GP dan AB) hanya ‘beti’/beda-beda tipis, itulah sebabnya Nasdem tidak langsung memilih satu calon.

Hal ini spy Nasdem bisa lebih fleksibel dan leluasa menjalin koalisi dgn partai2 lain, walaupun tentu kesepakatan ttg Capres/Cawapres yg akan diusung dan _chemistry_ antar parpol yg akan menentukan ke partai mana Nasdem akan berkoalisi.

Tentu sekarang ini lobby2 politik sudah terjadi dibelakang layar, mengingat tinggal 1 tahun 3 bulan lagi batas pendaftaran Capres/Cawapres di KPU, yaitu bln September 2023.

Tidak mengherankan Nasdem mencalonkan Anies, karena Anies adalah salah satu deklarator ormas Nasdem (sebelum menjadi partai). Walaupun Anies lebih cocok diusung oleh partai Islam (misal PKS) drpd Nasdem yg adalah partai Nasionalis.

Dengan Nasdem mencalonkan Ganjar (walaupun Ganjar masih terkesan ‘malu-malu’ dan cuek, mungkin karena ‘ewuh pakewuh’ dgn Ibu Megawati), tentu ini akan memprovokasi PDIP untuk segera mengumumkan Capres/Cawapresnya, apalagi PDIP adalah satu2nya partai yg sudah melebihi syarat _Presidential_ _Threshold_ /PT 20% untuk mencalonkan Capres/Cawapres sendiri.
Kalau nantinya Gerindra dan PDIP memang jadi berkoalisi dgn mengusung Prabowo Subianto & Puan Maharani, tentu Ganjar harus memutuskan, apakah akan menerima atau tidak ‘pinangan’ dari koalisi parpol yg lain.

Andika Perkasa akan pensiun dan berhenti dari Panglima TNI bln Desember 2022 mendatang, shg leluasa untuk dicalonkan oleh Nasdem atau koalisi parpol yg lain. Bila elektabilitasnya semakin tinggi, Andika bisa menjadi ‘kuda hitam’, dan bila nantinya jadi diusung oleh salah satu koalisi parpol sbg Capres, akan bisa ‘ _head_ _to_ _head_ ‘ dgn Prabowo, yg sama2 berlatar belakang militer……

Pilpres 2024 akan semakin menarik dgn kemungkinan lebih dari 2 pasangan calon……

Siapa saja nanti calon-calonnya ?
Wait and See lah……  ungkap penasehat Nasdem

Penulis Budi S

Editor AW

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0