Ini Lah Mengapa PKB Maksa Banget, Agar Pemilu 2024 Ditunda

Berita, Nasional762 Dilihat

Bun News.,,MELALUI Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid menyampaikan bahwa terkait dengan adanya wacana penundaan Pemilu 2024, partainya akan terus mendorong hal tersebut.

Hal tersebut disampaikan Jazilul Fawaid langsung didepan Muhaimin Iskandar saat mengahdiri acara Nusantara Mengaji di lokasi Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN).

Menurutnya Ketua Kornas Nusantara Mengaji tersebut, PKB sampai saat ini tetap bersikukuh pada pendiriannya untuk menunda Pemilu 2024.

“Izinkan dengan segala hormat PKB, khususnya saya pribadi untuk terus melanjutkan wacana penundaan pemilu,” ujar Jazilul Fawaid, seperti dilansir Hops.ID dari kanal YouTube Nusantara Mengaji TV pada hari Kamis, 21 April 2022.

Jazilul menambahkan bahwa hal tersebut akan menjadi solusi bagi Indonesia untuk menyelesaikan persoalan pandemi Covid-19.

“Sebab penundaan dapat menjadi solusi bagi keadaan yang kurang baik akibat COVID-19 selama 2 tahun ini,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, terlihat adanya prosesi pemotongan tumpeng 24 yang menurut mereka memiliki arti tersendiri.

“Kenapa kami melakukan potong tumpeng 24? Sebagai simbol kita akan bekerja 24 jam, 24 jam kita harus bekerja untuk menyelesaikan IKN ini. Dan tahun 2024, tahun 2024 kita berharap ini sudah menjadi ibu kota negara dan bangunan-bangunan sudah selesai di IKN tahun 2024,” tutur Jazilul.

Meski begitu, selain berharap bahwa Indonesia pada tahun 2024 memiliki ibu kota baru. Jazilul menyampaikan pendapat yang agak kontradiktif dengan wacana penundaan Pemilu yang ia usulkan.

“Dan terakhir tum, kenapa 2024? Kita ingin tahun 2024 kita akan menyongsong presiden baru Indonesia, pemimpin baru Indonesia. Jadi 24 jam kita bekerja, tahun 2024 kita pindah di ibu kota baru dan tahun 2024 kita punya pemimpin baru,” pungkas Jazilul.

Jokowi dan Megawati sepakat tidak ada penundaan Pemilu 2024

Seperi diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah menyampaikan bahwa tidak akan ada penundaan Pemilu 2024 seperti isu yang beredar.

Jokowi juga meminta kepada seluruh tokoh untuk berhenti melemparkan isu-isu liar tersebut.

Begitupun Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri juga mengonfirmasi bahwa Jokowi telah tetap pada keputusannya.

“2024 sudah jelas, Presiden sudah jelas bahwa tidak ada penundaan,” kata Megawati beberapa waktu yang lalu.

“Apa ndak pontang-panting? Sudah kena pandemi, dari sisi pemerintahan segala macam, gara-gara sebuah keinginan penundaan-penundaan yang sudah tegas-tegas dikatakan oleh Presiden tidak ada penundaan,” imbuh Mega.

Cak Imin masih berupaya

Di sisi lain, Cak Imin panggilan akrab Muhaimin Iskandar merupakan tokoh pertama yang berani melempar isu tersebut ke publik dalam acara Peringatan Harlah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII ke-62 di Jakarta, pada hari Senin 18 April 2022.

“Saya tadi sebelum naik panggung ditegur oleh Kiai Maruf. Tadi Ketua PMII menolak pemilu ditunda, ini yang mau pidato (Cak Imin) yang mengusulkan pemilu ditunda, namanya usul masa tidak boleh?”

“Emang negara demokrasi tidak boleh usul? ya kalau PMII menolak ya nggak papa. Kan negara demokrasi, boleh ditolak,” ujar Cak Imin.

Menurut Cak Imin, usulan mengenai penundaan Pemilu 2024 merupakan suatu hal yang wajar dilakukan dalam dunia demokrasi.

“Demokrasi bebas usul, bebas menolak, dan usul diterima atau ditolak tidak perlu demo. Wong namanya usulan kok pakai demo, apalagi demonya pakai gebuk-gebukan seperti itu,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan Cak Imin jika ditolak tidak menjadi masalah dan menghargai keputusan yang diambil Presiden Jokowi.

“Saya gak ngotot, saya hanya menyatakan itu usulan, apalagi Pak Presiden sudah jelas sikapnya seperti itu, namanya juga usaha,” pungkas Cak Imin.

 

 

 

Penulis Budi S

Editor AW

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0