Mantan Pelati Menganiaya Atlet Muayhai

Berita, Nasional842 Dilihat

Bin News.,,ATLET Muaythai Balikpapan, Muhammad Nur Fadhillah (20) mengalami peristiwa tak terduga.

Mukanya hancur dan babak belur. Atlet dari Muaythai Musashi Camp itu diduga jadi korban penganiayaan mantan pelatihnya.

Akibat penganiayaan tersebut, Fadhilah mengalami luka memar di area wajah hingga mengelarkan darah akibat pukulan benda tumpul.

Penganiyaan itu terjadi pada Selasa (12/4/2022), sekitar pukul 10.30 Wita.

Kasus tersebut, bermula ketika pelaku berinisial HP yang juga merupakan Pembinaan Prestasi (Binpres) Cabor Muaythai Kota Balikpapan yang menuduh korban sebagai maling.

Pelaku memposting di akun media sosial Instagramnya dan menandai Fadhilah dengan caption, kemudian menuduh korban sebagai maling dan meminta untuk menemuinya.

Fadhillah pun datang untuk klarifikasi. Korban datang bersama 2 rekannya ke rumah pelaku yang berada di kawasan Ruko Grand City dan selama ini juga dijadikan lokasi latihan.

Namun sayangnya, setelah tiba di rumah pelaku, korban langsung dipisahkan dengan rekannya.

Korban kabarnya disekap di dalam rumah kemudian dianiaya. Korban dipukul dan ditendang .

Atas kasus itu, Ketua Musashi Camp Evi Maryono menyatakan, akan mendampingi korban untuk memberikan bantuan hukum.

Pihaknya, menyiapkan pengacara, sekaligus melaporkan ke kepolisian.

“Musashi Camp beserta keluarga nenunjuk pengacara untuk mendampingi kasus ini yaitu Bung Sapto Hadi Pamungkas, untuk melaporkan kejadian penganiayaan ini ke pihak Kepolisian,” ujarnya, Rabu (13/4/2022).

Kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Balikpapan Utara. Korban juga melakukan visum.

Hasilnya ditemukan memar pada mata kiri dan pendarahan sekitar hidung dan mata serta, bagian lainnya.

“Hasil visum secara medis informasi awal memang ditemukan memar. Saat ini kami sudah melakukan laporan ke Polsek Balikpapan Utara,” bebernya.

Ia juga menyesaikan kejadiannya tersebut. Karena harusnya bisa diselesaikan, bukan dengan kekerasan.

Apalagi Fadhilah adalah atlet junior yang memiliki segudang prestasi dan harusnya dibina.

“Bukanya sebagai Binpres untuk membina Atlet di Balikpapan malah dilakukan penganiayaan,” pungkasnya.

 

 

 

Penulis Budi S

Editor AW

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0