Cak Nun Blak Blakan Depan Puan Maharani Soal Presiden

Berita, Nasional, Politik878 Dilihat

Bin News.,, Budayawan Muhammad Ainun Nadjib atau Cak Nun mengungkapkan hal tak terduga soal Presiden Indonesia.

Ia menyampaikan hal tersebut ketika hadir dalam acara “Sinau Bareng Cak Nun” di Masjid At-Taufiq Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Dalam acara yang berlangsung pada Minggu (10/4/2022) malam itu, Ketua DPR Puan Maharani dan Sekjen PDIPBin Hasto Kristiyanto turut hadir.

Awalnya, Cak Nun mengungkapkan soal kebesaran Indonesia yang melebihi bangsa-bangsa lainnya.

Namun menurutnya, ada satu masalah yakni presidennya sekarang belum tepat.

Dia menuturkan kepada Amerika, Rusia, dan negara kuat dan adikuasa lain untuk tidak berpikiran bahwa mereka benar-benar berkuasa.

Pasalnya, Indonesia merupakan negara besar dengan tanah yang subur, sumber daya alam berlimpah, serta memiliki kekayaan rempah tak terbatas.

Belum lagi, lanjutnya, Indonesia juga merupakan bangsa dengan peradaban yang mempunyai skala waktu hingga 18 generasi.

“Sehingga ilmu kami, manajemen kami, akan jauh melebihi kalian semua, cuma masalahnya, sekarang belum tepat presidennya, gitu aja,” ujarnya, seperti dikutip dari KOMPAS.TV.

Pernyataan tersebut lantas disambut dengan gelak tawa dan tepuk tangan dari para hadirin yang datang.

Sejurus kemudian, Cak Nun pun menegaskan bahwa hal itu tidak berarti bahwa presiden salah atau jelek, melainkan belum tepat.

“Jangan marah ya, jangan marah, saya tidak mengatakan salah lho ya, saya tidak mengatakan salah atau jelek, hanya belum tepat,” jelas Cak Nun.

“Kalau bahasa Jawa itu ada bener, ada pener, nah ini (presiden) sudah bener, tapi belum pener,” sambungnya.

Selanjutnya, budayawan asal Yogyakarta itu mengatakan bahwa pernyataannya tersebut bukanlah sebuah kritik.

Menurutnya, hal itu adalah harapan, sebelum dan sesudah 2024, semoga bangsa Indonesia mengalami revolusi besar-besaran.

Yang mana, jelas Cak Nun, revolusi tersebut tidak untuk menjatuhkan presiden dan penguasa, namun justru dipimpin oleh presiden dan sesepuh lainnya.

Ia berharap mereka akan memimpin kesadaran baru dan kelahiran kembali bangsa Indonesia.

Cak Nun pun mengaku tidak meramal, namun meyakini bahwa siklus tersebut akan terjadi.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan maksud diundangnya Cak Nun dan Kiai Kanjeng dalam acara tersebut.

Menurutnya, hal itu bertujuan untuk menggelorakan semangat memajukan bangsa Indonesia.

 

 

 

Penulis Budi S

Editor AW

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0