Propinsi NTB Mengadakan Pra Musrembang, Semua Kepala Daerah Se Pulau Sumbawa Turut Menghadiri, Hanya Kota Bima Diwakili Sekda, Bukan Walikota Atau Wakil

Bin News.,, Bebarapa Hari yang lalu Propinsi NTB Mengadakan Pra Musrembang Dalam Tujuan Membangun Daerah agar Pekembangan Ekomoni yang khusus di Pulau Sumbawa, Melingkupi adanya Kabupaten dan Kota. Yaitu ” Kabupaten Sumbawa Barat , Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima Serta Kota Bima (29/03/22).

Dalam wawancara Tersebut, kami Menemui Selaku moderator acara Pra Musrembang SKPD Provinsi NTB Dr. FIRMANSYAH

Dalam Penyampaiannya Dr. FIRMASNYAH “Pembicaranya seluruh kepala daerah kabupaten kota se Pulau Sumbawa.

Hanya Kota Bima diwakili Sekda. KSB oleh wakil Bupati. Ungkapnya

Diskusi pra musrembang cendrung formal. Boleh dikata satu arah.

Saya fasilitasi beliau-beliau beri pemaparan. Tanpa diskusi mendalam.

Padahal bagi saya itu kesempatan. Buat rencana bareng. Kegiatan bareng.

Untuk kesekian kali saya katakan. Ekonomi daerah ditentukan bagaimana upaya datangkan modal (investasi) dan datangkan orang.

Dalam kondisi saat ini. Masih berat harapkan investasi, Khususnya investor asing, Maka alternatif lain. Ungkap nya Dr. Firmansyah

Hidupkan investor lokal termasuk diaspora.

Sebentar lagi lebaran, Tentu jadi momentum. Diaspora dirantauan pulang kampung.

Apakah tidak terpikir tuk buat acara? kepala daerah jumpa investor diaspora ungkap Firman

Beberpa hari ini bisa siapkan acara, Siapkan run down kegiatan tuk pebisnis diaspora bangun daerah.

Jelaskan status ekonomi dan bisnis daerah saat ini, Portofolio investasi dan peluangnya di sini. Beri mereka karpet merah, Beri mereka kalkulasi bisnisnya. Masi ungkapanya

Aspek lain. Datangkan orang juga penting. Gimana caranya lahirkan konsentrasi orang. Kunjungan menigkat, Untuk ini Kabupaten Banyuwangi sampai buat 99 event pertahun. Tuk datangkan orang.

Bayangkan hanya 3 hari moto GP di mandalika. Uang masuk ratusan miliar, Ada yang bilang triliunan rupiah.

Kita punya 4 kabupaten dan Kota, di pulau sumbawa Kepala-kepala daerah, duduk barenglah, Atur acara Lokasinya bergiliran. Tiga bulan pertama di KSB, berikutnya di Sumbawa sampai Kota Bima.

Kita punya teluk Bima Apakah bentuknya lomba perahu dayung, Kita juga punya sungai Sumbawa Punya samota, Bima punya la sakosa Dompu punya lakey Hu’u. Diatur donk, Acara bareng.

Masyarakat sumbawa sekali waktu ke Bima, masyarakat Bima ke Sumbawa, dompu dan bergilir, Uang berputar tentu sekencang Moto GP.

Dalam konsep ekonomi regional ada namanya IRIO, Interegional Input-Output, Harusnya dipetakan kerja sama menguntungkan antar daerah, Sehingga interkoneksi dapat berjalan.

Saya rasa program bersama ini minim Saat ini. Kalaupun ada belum terlembaga, Sering duduk bareng lah, Akan lebih baik duduk bareng ini sembari ngopi bersama Du-Di (Dunia usaha-Dunia industri) lokal maupun diaspora.

Mohon ingat rumusnya. Fokus datangkan modal (dari diaspora maupun pihak luar) atau disingkat DM dan datangkan orang Disingkat DO. Rumus sederhananya: DM + DO= PE. Dimana DM adalah datangkan Modal, DO adalah datangkan orang, Dan PE adalah pertumbuhan ekonomi.

Maafkan saya Bapak/ibu Bupati dan Walikota. Bukan mendikte. Apalagi menggurui. Cuma menyarangkan. Siapa tahu bermanfaat. Silahkan take it or leave it. Semoga sukses. Ungkapnya Dr. Firmansyah

 

 

 

Penulis E S

Editor AW

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0