Diduga Adanya Mark Up Kab. Bima Proyek Masjid Agung

BIN News. Polemik pembangunan Masjid  Ardiansyah angkat bicara yang berkenaan dengan  pembangunan Masjid Agung Bima sejak 2019-2022 yang dikerjakan PT. Brahmakerta yang bersumber dari APBD pemerintah kabupaten Bima NTB diduga sarang korupsi.

Beberapa temuan dan catatan kami sejak dari proses penenderan dan beberapa item tertuang didalamnya sangat diyakini banyaknya mark up anggaran dan lain lainnya.

HAL ini bukan tak mendasar ARDIANSYAH pemuda Dadi Bou menyampaikan, Pasalnya dari beberapa Item pekerjaan seperti pengawasan dan cara penenderan atas pekerjaan ini dinilai janggal serta diduga melanggar prosedur.

Banyangkan saja sejak 2019 angka pengawasan untuk pekerjaan ini sebesar Rp 1,4 Milyar tiap tahun sejak 2019-2021,” ungkapnya.

“Belum lagi tak ditenderkan tiap tahun pekerjaannya. Sesuai aturan itukan harus ditenderkan, Akan tetapi faktanya kan tidak ditenderkan,” Ada apa dengan ini semua,”

Melirik dari semua peristiwa diatas, pemuda desa dadibou sekaligus mantan BEM STISIP Mbojo Bima angkat bicara.

Dugaan kami pembangunan Masjid Agung Bima ini Atas data kami, minimal sesuai prosedur aturan main

“Belum lagi, Sesuai dengan Informasi penambahan anggaran sebesar Rp 1,3 Milyar akan dikucurkan untuk pekerjaa n Kontruksi dari APBD daerah. Sementara kita dalam keadaan Covid-19. Masa Iya pembangunan Masjid Agung sama anggarannya dengan pembangunan Kantor Bupati Bima, Ini jelas sekali ada dugaan dibalik Pembangunan Masjid Agung,” ungkapnya

 

 

 

 

Penulis  Fadlin

Editor AW

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0