Sedang Asik Esek Esek,Seorang Kakek Lari Tanpa Busana Dikejar Sapol PP

Berita, Nasional893 Dilihat

Bin News., Pepatah Mengatakan SEMAKIN tua semakin menjadi, begitu lah kelakuan seorang kakek-kakek di Kecamatan Panceng ini.

Bukannya memperbanyak amal dan ibadah, ia malah menyewa seorang PSK muda.

Keduanya pun berhubungan badan di warung remang-remang di Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, Gresik.

Warung remang-remang di sekitar desa ini memang dikenal sebagai tempat prostitusi kelas teri.

Sial bagi sang kakek, saat sedang berhubungan badan, Satpol PP pun datang.

Ia pun lari tunggang langgang ke semak-semak dalam kondisi tanpa busana.

Kasatpol PP Suprapto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (21/3/2022) pukul 15.00 WIB.

“Di desa Surowiti kami melakukan pengecekan kamar dan bersamaan itu petugas mengetuk pintu kamar dengan didampingi pemilik warkop.”

Tak hanya itu, setiap bilik asmara pun digeledah oleh Satpol PP.

Namun, si kakek yang sudah berada di kamar terlambat mengetahui kehadiran para petugas.

Petugas Satpol PP kemudian menggeledah bilik asmara yang dihuni kakek tersebut.

Melihat aksi mesumnya terciduk Satpol PP, kakek itu pun panik keluar melarikan diri.

Kakek tersebut sampai lupa memakai celana untuk menutupi tubuhnya yang telanjang,

Petugas yang melihat si kakek yang tak ditutup sehelah kain pun lari terbirit-birit akhirnya mengejarnya.

Panik dikejar Satpol PP, kakek itu kemudian ngumpet ke semak-semak di dekat warkop tersebut.

“Bersamaan itu kami melihat ada seorang pria telanjang keluar kamar melarikan diri ke semak-semak belukar.”

“Petugas yang terbagi juga mengamankan perempuan yang dalam keadaan telanjang,” terang Sulyono, Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Satpol PP Gresik kepada.

Di area warkop, bukan hanya PSK saja akan tetapi menjadi tempat minum-minuman keras.

Buktinya di warkop tersebut juga ditemukan botol miras berbagai jenis.

Ditambah lagi banyak wanita setengah baya yang nongkrong di depan masing-masing warkop untuk menunggu pembeli.

Operasi penertiban pun dilakukan di Desa Surowiti, Desa Wotan di Kecamatan Panceng dan Desa Lowayu Kecamatan Dukun.

Barang bukti yang diamankan ada miras berbagai jenis sebanyak 19 botol.

Sepuluh perempuan sebagai pramusaji pun diamankan beserta kartu identitas.

“Sepasang pria paruhbaya dan wanita di dalam kamar dalam keadaan telanjang di salah satu warkop kita amankan beserta KTP,” tambahnya.

Seusai melakukan penyisiran area, sejumlah perempuan diamankan.

Jumlahnya ada empat. Mereka berasal dari luar kota.

Berinisial S dan M asal Bojonegoro, EA dan AJ asal Kota Surabaya.

Petugas kemudian menuju ke Jalan Noto Prayitno.

Di sepanjang kafe yang berdiri itu langsung dilakukan penyisiran.

Beberapa pramusaji ternyata beridentitas luar Gresik.

Mereka ialah A asal Mojokerto dan PF asal Jombang.

Selanjutnya langsung diamankan dan dibawa ke Mako Satpol PP guna dilakukan pembinaan.

“Operasi tersebut secara spontanitas guna meminimalisir adanya praktek prostitusi dan mencegah maraknya peredaran miras di Kabupaten Gesik ini,” tambahnya.

Penertiban ini dilakukan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Serta meminimalisir adanya praktik prostitusi dan mencegah maraknya peredaran Miras di Kabupaten Gresik.

“Oleh karena itu setiap waktu tetap aktif kita pantau dan kita evaluasi juga menindak lanjuti dari pengaduan masyarakat Gresik,” tutupnya.

Hal ini sesuai dengan penegakan Perda No 07 Tahun 2002 jo No 22 Th 2004. Dan Perda No 22 Tahun 2011.

 

 

 

 

 

Penulis  Budi S

Editor AW

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0