Mendag Lutfi Ucap Minta Maaf ke Rakyat RI, Bongkar Biang Kerok Minyak Goreng Langka & Mahal

Berita, Nasional3756 Dilihat

Bin News.,, MENTERI Muhammad Lutfi menyampaikan permintaan maaf karena tak bisa mengontrol spekulan minyak goreng.

Kemunculan para spekulan itu lah yang membuat minyak goreng kini menjadi langka dan mahal harganya.

Mendag menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (17/3/2022).

“Kementerian Perdagangan tidak bisa melawan penyimpangan-penyimpangan tersebut,” ungkapnya.

“Dengan permohonan maaf Kementerian Perdagangan tidak dapat mengontrol, karena sifat manusia yang rakus dan jahat,” sambungnya.

Lutfi menjelaskan dengan pemberlakukan domestik market obligation (DMO) pada 14 Februari-16 Maret 2022, Kemendag telah mengumpulkan 720.612 ton minyak sawit.

Menurut Lutfi, jumlah tersebut setara dengan 20,7 persen dari ekspor CPO dan turunannya.

Dari total DMO tersebut, sebanyak 76,4 persen atau 551.069 ton telah terdistribusi.

Dengan mekanisme DMO tersebut, harga minyak goreng nasional mulai turun, 10,1 persen untuk minyak goreng curah dan 18,9 persen untuk minyak goreng kemasan.

Akan tetapi, meski pasokan tersedia dan harganya menurun, masyarakat ternyata masih kesulitan mendapatkan minyak goreng.

Lutfi mengungkapkan adanya spekulasi terkait munculnya spekulan-spekulan dari polemik minyak goreng di Tanah Air.

Hal itu terjadi ketika ada perbedaan harga yang tinggi antara harga Dumai dan Malaysia serta perbedaan hasil yakni minyak kemasan dan curah.

Lutfi menyebut ada orang-orang yang tidak sepatutnya mendapatkan hasil dari minyak tersebut.

Misalnya, lanjut Lutfi, terdapat minyak goreng yang seharusnya untuk konsumsi masyarakat malah masuk ke industri yang jumlahnya sekitar 1,8 juta ton per tahun atau diselundupkan ke luar negeri.

Hal itu lah yang ia sebut sebagai mafia sehingga perlu ada tindakan untuk memberantasnya secara bersama-sama.

Lebih lanjut, Lutfi mencontohkan Sumatera Utara antara 14 Februari-16 Maret 2022 mendapatkan pasokan minyak goreng sebanyak 60.423.417 liter.

Jumlah penduduk di Sumut yakni 15,8 juta orang sehingga per orang kira-kira menerima 4 liter dalam satu bulan tersebut.

Kemudian di Medan mendapatkan 25 juta liter minyak goreng, sementara jumlah penduduknya 2,5 juta orang sehingga 1 orang mendapat 10 liter.

Lutfi mengaku telah pergi Medan dan melakukan pengecekan di supermarket namun tak ada lagi minyak goreng.

Berdasarkan hasil pantauan Kemendag, terdapat tiga daerah yang situasinya seperti itu yakni Sumatera Utara, Surabaya, Jawa Timur, dan Jakarta.

Surabaya, Jawa Timur mendapat distribusi mencapai 91 juta liter sedangkan Jakarta mendapat distribusi 85 juta liter dengan 11 juta penduduk.

Lutfi menyebut berdasarkan spekulasi pihaknya ada orang-orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Ia mengatakan pada tiga kota tersebut, satu industri ada di sana serta yang kedua ada di pelabuhan.

Kemudian, Lutfi mencontohkan jika satu kapal tongkang memuat 1.000 ton atau 1 juta liter minyak goreng dikali Rp7000-8000.

Maka pihaknya memprediksi pendapatan yang diperoleh mencapai Rp8 miliar sampai Rp9 miliar.

Pihaknya pun meminta maaf karena tidak bisa mengontrol ketika harga berbeda melawan harga pasar yang sangat tinggi.

 

 

 

 

 

Penulis Fadlin

Editor AW

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0