Kemenag Tak Main Main Dengan Pernyataan Pendeta saifuddin Yang Sedang Viral

Bin news.,, Pihak Kementerian Agama (Kemenag) buka suara terkait pernyataan pria yang mengaku sebagai pendeta, Saifuddin Ibrahim.

Dalam sebuah video, Saifuddin menyinggung soal kurikulum pesantren dan mengaitkannya dengan radikalisme.

Selain itu, ia juga mengusulkan kepada Menag Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat Al-Qur’an.

Plt Kabiro Humas, Data, dan Informasi, Thobib Al Asyhar menyebut pernyataan tersebut dapat mengganggu kerukunan umat.

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak sejalan dengan program Menag yang terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan antar umat beragama.

Menag juga mengajak tokoh agama untuk tidak menyampaikan pendapat yang bukan kompetensinya di muka umum.

Maka dari itu, para tokoh agama termasuk Pendeta Saifuddin seharusnya lebih mengedepankan upaya untuk merajut kerukunan.

Selain itu, Thobib juga menyebut Saifuddin tidak pada tempatnya saat menyebut pesantren melahirkan kaum radikal.

Pasalnya, Menag sendiri lahir dari lingkungan pesantren sehingga pastinya tidak setuju dengan pernyataan Saifuddin tersebut.

Thobib menegaskan Menag bahkan menjadikan kemandirian pesantren sebagai salah satu program prioritasnya.

Pernyataan Saifuddin soal ayat Al-Qur’an juga dinilai salah karena sebagai tokoh agama ia justru mengeluarkan pernyataan tentang kitab suci umat lain dengan cara yang bisa menyinggung.

Di sisi lain, Thobib yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Menteri Agama itu menyatakan bahwa Menag Yaqut tidak mengenal Saifuddin.

Dia juga mengungkapkan tidak pernah ada pertemuan resmi antara Saifuddin dengan Menag serta tak ada pula agenda pertemuan dalam buku.

 

 

 

 

Penulis Budi S

Editor  AW

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0