Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara soal pernyataan kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSDA) Jendral Dudung

BIN News. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara soal pernyataan kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSDA) Jendral Dudung Abdurachman soal doa memakai Bahasa Indonesia.Menyambut penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara terus menggencarkan diseminasi informasi melalui Webinar Kick Off Setneg Mantul yang bertemakan “Membumikan Narasi, Menggalang Partisipasi, Menuju Presidensi G20 Indonesia” pada Jumat (4/2).

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan enggagement, kolaborasi, dan keterlibatan dengan memaksimalkan peran para pemangku kepentingan dalam memberikan dukungan diseminasi dan penyampaian pesan efektif melalui narasi G20 yang membumi dan manfaat nyatanya bagi masyarakat Indonesia

Kick Off Setneg Mantul Road To G20 ini diselenggarakan secara hybrid yang bertempat di Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Kementerian Sekretariat Negara (PPKASN Kemensetneg) juga melalui aplikasi Zoom Meeting serta kanal resmi media sosial Youtube, Facebook, dan Instagram.

Menteri Agama menilai hal tersebut merupakan pilihan dan meminta masyarakat agar tidak memperdebatkanya.pernyataan jendral Dudung sangat jelas jika di pahami secara utuh.

Pernyataan itu juga menjadi penegasan bahwa Tuhan memang bukan mahluk, tapi sebagai khalik (sang pencipta). Sudahlah tidak ada yang di ributkan dengan stegment itu kata Menag, Yaqut.

Pernyataan menteri agama Yaqut itu menanggapi laporan terhadap jendral Dudung yang di lakukan oleh koalisi ulama dan pengacara anti penodaan agama atas pernyataan ‘Tuhan kita bukan orang Arab ‘ di salah satu siaran siniar (podcast).

Yaqut mengatakan umat Islam di perbolehkan menggunakan bahasa apapun, termasuk bahasa Indonesia saat berdoa setelah shalat.pernyataan jendral Dudung kata Yaqut, kontesnya adalah pilihan dan cara berkomunikasi dengan Tuhan dan bukan bermaksud memosisikan Allah sebagai mahluk.

Sementara perihal pernyataan ‘ karena Tuhan bukan orang Arab ‘ tidak berdiri sendiri, tapi bermakna penegasan setelah kalimat ‘ pakai bahasa Indonesia saja ‘ Menag mengajak semua pihak untuk mengedepankan proses klarifikasi (Tabayyun) ketika melihat persoalan yang di nilai Ambigu (bermakna ganda).

Ia menilai sebagai petinggi TNI Jendral Dudung Abdurachman sudah pasti di bekali kedalaman pengetahuan dan kematangan cara berkomunikasi kepada publik.apabila ada sekelompok orang yang tidak menerima pernyataan jendral Dudung, Menag Yaqut Cholil coumas meminta agar hendaknya di selesaikan dengan bertemu atau berdiskusi langsung.

Editor Bahrain

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0