Rutan Bima Terjadi Kericuan, Napi sempat melarikan diri

BIN News.Kericuhan yang terjadi di Rutan Bima , berawal dengan adanya kekesalan atas keadilan hukum yang di alami warga binaan permasyarakatan WBP Di rumah tahanan Negara (Rutan) kelas llB yang sedang menjalani proses persidangan.

Seorang WBP yang mencari keadilan kasus yang di alami Rifaid alias Mega menjelaskan, dirinya merasa kecewa atas kasus yang di alaminya, ia menceritakan, kasus penganiayaan yang di lakukanya di tempat parkiran RSUD Bima beberapa bulan yang lalu yang bermula membela diri yang di lakukanya. Bersama pihak korban sudah di lakukan mediasi saat di polres Bima kota lalu.

Pihak nya bersama dengan pihak dari korban sudah sama sama menempuh jalur damai yang di saksikan langsung baik dari salah satu pihak kepala desa di kecamatan sape dan kepala kelurahan tempat tinggalnya saat ini.ungkap Mega Selasa 1 Februari 2022.

Bahkan berkas laporan
Polisi yang sama sama di ajukan dari para pihak sudah saling mencabut saat itu. Sudah proses damai di lakukan di polres Bima kota di saksikan penyidik dan kami sudah saling berpelukan bahkan ada sebagian kompensasi yang sudah kami berikan ke pihak korban.ungkap nya.

Kata dia setelah proses damai setelah beberapa hari kemudian oleh pihak penyidik kasus nya di limpahkan ke pihak kejaksaan negeri raba Bima. Dan status nya di tahan di polres langsung di limpahkan ke rutan Bima setelah tahap dua Kejari raba Bima.

Iapun akan koorporatief dan tanggung jawab akan di percepat proses persidangannya. Dan ia tahan lanjut ke rutan Bima bersama adik laki lakinya Joni yang terlibat kasus penganiayaan terhadap Seorang warga
Di salah satu kecamatan kabupaten Bima tersebut.

Namun kata dia saat dirinya menjalani masa hukuman di rutan Bima. Proses persidangan atas kasus yang di lakukan secara online di rutan Bima selalu saja di lakukan penundaan hingga 7 kali persidangan oleh pihak jaksa penuntut umum. Dan keadaan penundaan ini tidak hanya dirinya tapi banyak WBP lain yang selalu di tunda persidangan dengan alasan tidak jelas.

Saya sidang online terus di rutan dan sudah 6 atau 7 kali persidangan masih di tunda terus. Bahkan tahapanya masih pemeriksaan saksi. Dan dari pengakuan pihak korban pun yang sempat bicara dengan saya, mereka heran kenapa kasus ini masih berjalan padahal sudah damai dan sudah saling cabut laporan di polisi ungkapnya.

Buntut kekesalan keadaan yang di rasakan yang tidak adil oleh pihak tersebut.sehingga keadaan emosi yang tak terkendali.

Saat buka kamar jam 15:00 tadi dirinya melakukan protes ke jaksa
Dan secara serentak bersama sama dengan wara WBP lainya ingin ke kantor kejaksaan dan mempertanyakan sikap jaksa yang selalu menunda persidangan.

Dan memang sempat terjadi kegaduhan dan beberapa WBP sempat keluar ke halaman depan rutan ungkapnya.

Memang sempat keluar di depan halaman.ada beberapa WBP Yang terbawa suasana hingga melangkah jauh dari rutan Bima. Dari beberapa orang yang di katakan kabur itu sebenarnya sudah banyak yang kembali. Sebenarnya mereka mau kembali semua. Tapi karena takut banyak aparat yang jaga hingga mereka mungkin merasa takut paparnya.

Iapun menegaskan ia dan para WBP lainya sebenarnya tak ada perseteruan dengan petugas di rutan Bima. Ia mengaku dirinya sangat akrab dan menganggap petugas rutan sudah menjadi bagian keluarganya.
Insiden ini di tegaskanya karena kesal dengan ulah jaksa saja hingga membuat kehebohan di rutan Bima.

Di sisi yang berbeda kepala kesatuan pengamanan rutan (KPR) A. Rahim mengaku saat keributan terjadi dirinya sedang dinas mengantarkan pemindahan dua orang WBP ke lapas Dompu. Dan iapun segera kembali ke kantornya saat mendengar kabar tersebut.
Setiba mengawal pemindahan WBP ke lapas Dompu mendengar insiden itu saya langsung balik dan saat tiba di rutan bersama aparat keamanan lainya langsung mengamankan situasi dan keadaan sudah kembali normal dan berangsur baik hingga malam ini.

Sementara itu kepala rutan kelas IIB raba Bima M Saleh SH mengakui memang ada beberapa WBP yang sempat keluar jauh dari rutan pasca insiden sore tadi namun hingga malam ini 17 WBP yang di nyatakan tak ada di rutan sebagainya sudah kembali malam ini .

Sekarang sudah 10 yang kembali dan tinggal 7 orang. Dan dari sisanya itu semuah sudah terkomunikasi dan sedang dalam proses pengembalian ke rutan.kami pastikan semua nya akan kembali secepatnya. Ungkapnya.
Ia menambahkan dari kejadian ini, pihaknya berharap agar para pihak terkait dan lembaga kemitraan rutan dapat lebih memahami keadaan para WBP Yang ada di rutan Bima.

Jangan sampai keadaan sebenarnya bukan karena kesalahan dari pihaknya ini kembali terulang kemudian hari.

Sebenarnya Di rutan Bima pelayanan untuk WBP sudah di maksimalkan kami lakukan dan pelayanan yang di berikan sudah terbaik dan di akui para WBP Hingga para pihak lain.

Namun karena adanya miskomunikasi dan peran para pihak lain hingga kami harus memperbaiki keadaan yang sebenarnya sudah baik baik saja selama WBP menjalani masa hukuman di rutan Bima ungkap nya.

Sementara hingga berita ini di turunkan pihak kejaksaan negeri raba Bima masih dalam upaya untuk di konfirmasi kaitan pemberitaan ini.

Penulis :fadlin

0Shares
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-8902779777952560, DIRECT, f08c47fec0942fa0